Selasa, 20 Oktober 2009

Rapuh

Aku bagai kayu rapuh tersentuh dan tumbang..
Sudah sekian lama dedauananku runtuh berserakan
Ranting dan dahan sudah merangas tak beraturan
walau pohon masih tegak namun tak sekokoh dulu

Berdiri di padang yang mulai tandus
Terpanggang kesunyian alam
Tercabik dimalam kesendirian
Aku mulai mengering...

Kayu rapuh ini biarlah masih memiliki arti..
Terbelah teratur menjadi arang kehidupan.
Menjadi energi bagi kaum akar rumput
Menjadi berarti untuk yang tidak mengerti rapuhku

Rapuh karenamu membiarkan akarakar cintaku mengering
Rapuh karena kau gugurkan semua daundaun kepercayaanku
Rapuh hanya jasadku
Tapi jiwaku melayang bertemu Kekuatan yang abadi...

(terimakasih untuk kata rapuh ini.. AMZ.. sore dgn penuh rasa)

3 komentar:

Amalia Hazen mengatakan...

Biarkan aku rapuh... agar aku terus mencari kekuatan yang hakiki...

aulia mengatakan...

so nice.

nawan mengatakan...

hemm...good job...kokohkan asa...

Poskan Komentar