Kau sedang bersedih Sayang.. begitu kau sapa aku pagi tadi.
Tidakkah kau lihat aku sedang dalam kegalauan teman.
Hidup selalu mempersembahkan sisi lainnya
Ketika satu sisi hidupku telah mempersembahkan ketenangan, maka sisi lain menuntut sentuhanku, begitu bergantian…
Terlalu dalam, luka yang ia toreh dalam bathinku yang lugu ini
Kau adalah sinarku.. jangan kau redupkan, itu katamu lagi
Sinar ini hanya memutar arah pencahayaan.. ia sedang diam dalam bahasa cahaya..
Cahayaku pun masih membutuhkan Cahaya sayang.. aku bisikkan itu padamu…
Akh.. sudahlah, maknanya tak usah kau tau!!
Hanya saja setiap yang hidup akan menerima sesuatu yg menurut kita tidak baik, dan itu harus dinikmati dengan pikiran baikmu.
Cinta tak harus memilih, yang milih itu fisik manusianya saja..
Ibu-ibu tak dapat memilih anaknya berjenis apa..
Anak-anak tak dapat memilih orang tua yang seperti apa..
Mertua-mertua tidak dapat memilih menantu seperti apa
Dan akupun tidak dapat memilihmu, namun dia yang kini ada
Aku sudah tidak menyatakan apapun lagi..
Tapi salah itu tetap milikku..
Biarlah salah itu yang mendekatkan kita pada Allah…
Ini bukan berarti pernyataan itu mengandung pesimistis
Tapi meredam dalam-dalam adalah juga usaha, dari pada terbakar kebencian...
Kejadian dalam hidup kita berbeda dan tetap diawalnya karena cinta yang menuntut kesempurnaan.
Ini bukan melulu antara diri kita dan dia ataupun mereka ...
Ada orang-orang yang kita cintai, disekeliling yang memberikan kegundahan juga..
Memanglah orang-orang yang tercinta itu, terkadang yang mempersembahkan ujian...
Jadi .. harus diyakini ujian itu ladang berkah buat kita...
Menghindarinya sudah tak bisa lagi..
Maka bicaralah!!... agar aku tau maumu.... maunya.. dan maunya mereka..
Bersyukurlah, akan terselesaikan dengan indah.. bersegeralah dan tak usah menunda kebenaran....
Semakin panjang menunda, akan semakin mendera!!