Selasa, 20 Oktober 2009

Rapuh

Aku bagai kayu rapuh tersentuh dan tumbang..
Sudah sekian lama dedauananku runtuh berserakan
Ranting dan dahan sudah merangas tak beraturan
walau pohon masih tegak namun tak sekokoh dulu

Berdiri di padang yang mulai tandus
Terpanggang kesunyian alam
Tercabik dimalam kesendirian
Aku mulai mengering...

Kayu rapuh ini biarlah masih memiliki arti..
Terbelah teratur menjadi arang kehidupan.
Menjadi energi bagi kaum akar rumput
Menjadi berarti untuk yang tidak mengerti rapuhku

Rapuh karenamu membiarkan akarakar cintaku mengering
Rapuh karena kau gugurkan semua daundaun kepercayaanku
Rapuh hanya jasadku
Tapi jiwaku melayang bertemu Kekuatan yang abadi...

(terimakasih untuk kata rapuh ini.. AMZ.. sore dgn penuh rasa)

Senin, 31 Agustus 2009

Tapi Tuhan….

Tuhan … ternyata aku memang harus merasakan rasa ini..
Ingin aku katakan aku tak sanggup…
Masih bolehkah aku menyangkal perasaan ini..
Walau seribu kekuatan yang harus aku kerahkan milikku
Aku tetap merasakan pedihnya rasa ini…

Bila aku bertanya lagi pada-Mu…
Masih bolehkan aku bertanya… sampai kapan ini harus aku rasakan
Ragaku kuat kataku…
Tapi jiwaku gelisah tak berujung

Ingin rasanya aku menyimpan rapat dalam kekuatan itu
Ijinkan aku menjadikan ini hadiah untukku Tuhan….
Biarkan desirdesir ini menandakan rasa sayang-Mu..
Kemudian aku menangis bersama segala kedekatan pada-Mu

Tuhan… peluk aku..
Dalam dekap-Mu, aku menemukan segala dahagaku..
Tetesan airmataku bukan tanda penyesalan atas sentuhan-Mu ini
Aku makin merindukan segala nikmat-Mu yang tersembunyi..

Andai aku mampu membuka tabir masa depan..
Mungkin saja langkah itu akan mantap aku lalui
Aku hanya meyakini sebuah hari esok bukan milikku
Maka lapangnya hati aku cukup rasakan sejenak..

Karunia Tuhan tidaklah menungguku
Untuk itu aku menyikapinya dengan sedikit benar
Dan sedikit benar ini hanya sisa pengetahuan yang aku miliki..
Tapi Tuhan… aku tetap ingin Kau ajak melihat lagi kebenaran ini..


Selasa, 18 Agustus 2009

cukupsudah

Ada yang terus terpikir dalam benak ini
Masuk merambah setiap sel otak
Selalu untuk mengajak pikiran mengingatmu
Tak diinginkan hadir mengobrak pikiran jernih ini
Sudah cukuplah sakit ini dalam alam nyata
Jangan lagi masuk dalam alam pikiran
Tapi ini adalah dampak dari suatu kejadian
Mengapa ia menetap dalam pikiran ini
Benarkah aku memikirkannya karena sakit itu
Sebenarnya ada yang lebih indah dari hanya sekedar membenci
Kita jalani hidup dengan kebaikan
Menanti hari yang panjang
Untuk terus belajar dari setiap kejadian
Biarlah ini jadi sejarah dalam hidupku

Kamis, 13 Agustus 2009

Cintaku,mu dan DIA

Aku memiliki cadangan cinta seluas samudera
Pada-Nya kupersembahkan karena aku begitu membutuhkan-Nya
Pada dia adalah persembahan DIA untukku
Pada dirimu karena DIAmu dan DIAku adalah Esa..

Aku menggunakan cinta untuk mengerti
Aku menikmati cinta karena butuh
Aku memaknai karena keniscayaan DIA begitu cintai aku
Aku menyerahkan cinta karena cintaku dari-Nya

Terima aku karena cinta jua
Mengertikan aku karena cinta itu diberikan juga padamu
Aku mengajakmu untuk selalu memaknai cinta-Nya
Disini dikehidupan didunia ini adalah hamparan pencarian cinta-Nya

Aku tak rapuh ketika kau memalingkan cintaku
Aku tertunduk ketika semua terjadi
Aku mengejar cinta-Nya disetiap hamparan nikmat dan ujian-Nya
Kau terperangah karena aku tak kembali padamu tapi pada-Nya..

(Kau berarti karena DIA memberimu arti untukku)

Sabtu, 01 Agustus 2009

peluhdanairmata

Aku mencukupi jiwa dan ragaku diantara peluh dan airmata
Sapuan angin berulang membelaiku merayuku
Dibisikannya kata kerinduannya " kemari sayang, aku ingin menghapus airmata dan peluhmu"
Aku tak kuasa membendung peluh juga airmata ini dalam rangkumaman waktu
Tetestetesnya adalah tanda kehidupan, tanda patuh pada ketentuan alam

Ini bukanlah cerita duka
Ini irama alam
Ini seperti tetes embun
Embun peluhkah atau embun airmata yang jatuh di kaki fajar
Dan menghilang kala surya telah menghidupkan lampulampu di sudut kehidupan

Begitu juga keluh dan airmata ada karena kehidupan jua
Peluh penderitaan ataupun peluh kebahagiaan
Airmata kesedihan ataupun airmata bahagia
Kesemuanya siap menetes membasahi jiwaraga nan gersang ini

*aku yang mengerti dimana kucari peluh dan ku teteskan dimana airmata ini*
(stadionmugasmenyendiriditribundanmerasakananginmenghapuspeluhdanairmatakupagiini smg10809)

Kamis, 30 Juli 2009

salah dan benar

Ketika kebenaran berubah menjadi sebuah kesalahan
Dan kesalahan bisa di pandang menjadi sebuah kebenaran
Tak ada yang semestinya begini dan begitu..
Tapi dipandang ini semua nyata... ada dan sempat melanggar kebenaran..

Sipelanggar tidak bersalah pada yang dilanggar hatinya
Dan yang memiliki hati yang terlanggari hanya berdiam menyadari ini sudah terjadi
Semua terdiam... mencermati hati masingmasing, dalam sebuah pembicaraan diam
Menyadarinyakah atau membelokkannya menjadi kebenaran yang terselubung

Andai masih ada hari esok...
Andai hanya sampai disini..
Andai yang sudah terjadi ini kembalikan diri
Maka hari esok tak lagi bersama diam semata

Sipelanggar di biarkan mencari pengampunan untuk dirinya sendiri
Yang hatinya terlanggar berkeyakinan ada sebuah makna dari setiap rupa kesalahan
Sebuah pencarian masingmasing hati dalam mencerahkan warna jiwa kembali
Begitulah hidup dalam suatu masa pencarian jiwa manusia

Kepuasan yang dicari tiap jiwa akan berbeda
Pencarian itu tak berbentuk dan hanya akan siasia bila salah mewarnainya
Pegangan hidup tidak lagi melandasi perjalanannya
hanya sebuah sandaran kesemuan belaka

Esok bukan milik kita
Ia milik Pemilik hari dan waktu
Kini semuanya menyadari laku diri sendiri..
Tak ada merasa benar dan tak usah ada merasa berkesalahan...

Kembalikan kebenaran pada letaknya
Dan kembalikan kesalahan pada keranjang sampah
Dan kita bersama membersihkan pelataran hati
Diakhir kehidupan, kita masih bergandengan tangan diatas jalan kesadaran itu

Sabda rasulullah "Semua anak adam itu adalah juru salah... dan sebaikbaiknya orang salah itu, adalah yang cepat tobat"

Kamis, 23 Juli 2009

layang melayang

Kali ini episode yang sedang aku mainkan adalah bermain layang-layang..
Awalnya layanglayang aku buat dengan kasih dan cintaku
Awal dari sebuah perjuangan menurutku, yang menentukan keberhasilan nantinya
Aku pilih bambu terbaik...
Aku ukur seperti yang aku inginkan...
Aku timbang agar seimbang..
Aku buatkan kerangka kehidupan seindah mungkin..
Aku pakaikan kertas terindah dalam hidupku..
Aku gunakan benang kehidupan yang kuat untuk melayangkannya...
Aku telah menjadikan sebuah layanglayang dalam kurun masaku, dengan menggunakan daya dan upaya ilmu yang Ia berikan
Aku mendoakan agar layanglayang layak terbang keudara
Didalam waktu ini doaku "semoga layanglayangku siap terbang dan melayang indah di ketinggian"

Kini saat yang terpenting dalam kehidupanku...
Aku pergi mencari padang yang luas dalam hatiku untuk melepasnya terbang tanpa hambatan
Aku mempelajari arah angin kehidupan, agar layanglayangku bisa melayang bebas keudara
Oh betapa bahagianya aku layanglayang awalnya terbang di kerendahan dengan tegarnya
Waktu juga mendampingiku saat mengulur tali layang ke udara, makin lama makin tinggi
hingga aku menatapnya dari kejauhan
Ia terbang menikmati hembusan angin dengan kesendirian... meliuk kekiri dan kekanan
Biarlah ia meninggalkanku disini karena ku bahagia melihatnya tenang dan terkadang menarinari tertiup derasnya angin.. ia menikmati hidupnya sendiri disana
Doaku saat ia di ketinggian.. "Tuhan lindungi ia disana, agar pencariannya tak salah dalam layanganya, agar aku tak kehilangannya"

Saat angin datang.. tali semakin kencang aku pegang..
Kemana arah angin membawa kuikuti tariannya...
Tekadang kutarik menurun, kemudian ku ulur lagi hingga ia tenang di ketinggian itu
Semakin jauh... semakin pandanganku samar melihatnya..
Walau ia jauh... tapi tali kekangnya masih aku genggam..
Akupun masih meminta Tuhan untuk menguatkan tanganku dalam memegang kendalinya..
Bukan ku pinta pada Tuhan untuk menurunkannya, karena aku tahu.... layanglayang memang indah jika melayag diudara..

Kini hari telah senja..
Angin sudah mulai berpindah haluan
Angin tidak lagi berpihak pada permainan layanglayangku
Matapun sudah terlalu lelah mengawasinya..
Aku menggulung benang layanglayang dengan sisasisa kekuatanku
Kuraihnya saat tiba di padang pencarian ini
Ada koyak di sayap kirinya hasil dari perjuangannya menahan kuatnya angin perjalanan hidup
Aku selalu menyambutnya dalam balutan apapun.. utuh ataukah koyak karenanya
Layanglayang mari kita pulang
Ada rumah persinggahan kita yang siap memberimu perlindungan kembali dari derasnya angin.. dari panasnya mentari... dari terpaan hujan badai di ketinggian itu

Terimakasih Tuhan... layanglayangku masih bisa kuajak turun dalam kesetiaan menjalani hidup yang Kau ridoi

Esok kita akan terbang lagi... biarkan aku membenahi sayapmu yang sempat terkoyak..
Dan ku persiapkan segalanya agar keindahan itu kita dapatkan kembali..
Bermain bersama... melayang.. dan kelehahan itu tak siasia..
Aku masih setia untuk menemani layanglayang terbang walau aku didaratan dan kau diudara.. tapi tali itu yang selalu menghubungkan antara kau dan aku..

*layanglayang aku ingin kau tetap bisa terbang pada saatsaatnya.. bukan setiap saat*


AMZ... bermain layanglayang di setiap harinya... lapyu

Sabtu, 18 Juli 2009

sepertinya

Aku ingin bisa menjadi apa yang kau inginkan...
Menemanimu dalam keadaan apapun dirimu
Berkorban hati demi kesejukan jiwa diantara kita
Mempersembahkan bunga cinta setelah lama kau tanam dalam kalbuku

Embun yang sanggup aku teteskan jika bisa menjadi penyejuk jiwamu
Peluh yang sempat aku teteskan jika bisa menjadi jejak kesungguhanku
Aku berharap menjadi sinar mentari yang menghangatkan hari-hari kita
Aku yang tetap ingin mengerti agar tetap menjadi yang kau inginkan..

aku tak ingin melihatmu tak berdaya karena besarnya cintaku.
Aku hanya ingin kau tau cinta ini bentuk takzimku padamu..
Akupun tak ingin diriku dalam kuasamu..
Kita ada dalam kesatuan yang di persatukan-Nya

Cukuplah apa yang sudah ada dalam penilaianmu padaku
Jangan kau tuntut aku untuk meyakinkanmu
Begitu juga aku tak lagi menuntutmu menjadi apapun
Karena akupun tak ingin menjadi seperti siapapun..

Rabu, 15 Juli 2009

separuh

Separuh hatiku terkikis oleh segala keangkuhan diri
Separuh hidupku belum termaknai
Separuh nafasku tidak tersyukuri
Separuh langkahku masih meragu

Aku belajar dengan separuh hati yang bercampur ketidakmengertian
Aku berjalan dengan kaki yang satu berlari dan satu berjalan karena masih mengejar ambisi duniaku
Aku menatap dengan mata separuh membelalak, karena masih silau kilatan cahaya materi dunia
Aku memeluk dunia dengan tangan yang tidak jua kekar
Aku terjatuh saat dunia ada dalam pelukanku...


Aku...
Aku tidak lebih dari itu..
Yang selalu khilaf
Yang tiada daya
Yang sempat angkuh
Padahal ini milik Kekasihku tapi aku menyelingkuhi-Nya
Padahal aku di karuniai kekuatan yang di pinjami-Nya tapi aku bermesraan dengan dunia
Saat segalanya di minta oleh-Nya, aku terpental kedalam penyesalan..
Dan disini aku tak lagi berani tak setia pada-Nya

Sungguh.. Ingatkan aku selalu tentang Ilahi..

Kamis, 25 Juni 2009

kehadiran

Jangan tutup mata dan pendengaran serta hatimu

Karena terkadang pertanda-Nya selalu ada dalam rasa itu

Dalam setiap pandangan, pendengaran, serta perasaan saat ini

Kurasakan... dan ...hampir terasa...

Agar rasa kepekaan itu bertambah tinggi

Semakin dirasakan dan diresapi....

Semakin terungkap apa yang ada dibalik rahasia Allah Swt..

Mengasahnya dalam setiap kata tasbih yang terucap

Semua diadakan-Nya untuk selalu di resapi keberadaannya

Semua terungkap dalam kepatuhan rasa syukur yang dalam..

Semua untuk umat-Nya yang pandai memaknai kehadiran-Nya…